Menyekolahkan anak di sekolah internasional jenjang Elementary School cukup banyak dilakukan oleh orang tua di wilayah perkotaan. Alasan umum para orang tua mendaftarkan anak mereka di sekolah internasional adalah perbedaan kurikulum sekolah nasional dan internasional yang cukup signifikan.

Apa Perbedaan Kurikulum Nasional dan Internasional?

Berikut ini perbedaan utama antara kurikulum nasional dan internasional:

1. Bahasa Pengantar

Perbedaan yang pertama adalah soal bahasa pengantar. Berbeda dengan sekolah nasional pada umumnya yang menggunakan bahasa Indonesia, sekolah internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar.

Hal ini akan memudahkan murid untuk memahami bahasa Inggris jauh lebih baik dan lancar karena langsung dipraktekkan di kehidupan sehari-hari selama bersekolah. Sehingga, setelah lulus nanti, anak Anda akan sangat fasih dalam melafalkan kata per kata dalam bahasa Inggris.

2. Penerapan Kurikulum

Sekolah internasional pada umumnya menerapkan kurikulum International Baccalaureate  (IB) yang diterima di seluruh dunia. Kurikulum ini tidak bisa langsung diterapkan di sekolah dan harus membutuhkan persetujuan dari lembaga pengembang kurikulum.

Kemudian, tenaga pengajar harus menyesuaikan dengan standar internasional yang berlaku. Lain halnya dengan kurikulum nasional yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia. Tenaga pengajar dalam kurikulum nasional juga tidak perlu mengikuti standar internasional.

3. Sistem Ujian

Ujian di sekolah nasional terdiri dari ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS) yang harus dilalui para siswa. Soal ujian tersebut biasanya berasal dari masing-masing guru bidang studi. Bertujuan untuk mengukur batas kemampuan anak dalam memahami pelajaran yang telah pengajar berikan sebelumnya.

Namun, di sekolah internasional terdapat ujian lain yang harus siswa lakukan, yaitu ujian resmi dari pengembang kurikulum. Sebelum ujian resmi tersebut tiba, para siswa biasanya akan melalui sejenis try out untuk mempersiapkan mental dan pemahaman akan materi ujian.

4. Guru

Perbedaan selanjutnya yang paling dominan adalah asal tenaga pengajar. Guru di sekolah internasional berasal dari berbagai macam negara termasuk Indonesia yang  fasih menggunakan bahasa Inggris. Sehingga, tidak heran jika kamu akan sangat mudah bertemu dengan guru-guru berparas bule di sekolah internasional.

Sedangkan guru di sekolah nasional berasal dari dalam negeri. Keberadaan guru yang berasal dari berbagai negara membuat murid bisa belajar lebih dalam mengenai perbedaan kultur, budaya, dan tata kebiasaan yang membuat murid mampu menghargai perbedaan yang ada.

Jadi, Kamu Pilih Kurikulum Nasional dan Internasional?

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kurikulum nasional dan internasional. Kurikulum internasional terkesan cukup unggul daripada nasional.

Hal tersebut karena kurikulum internasional mampu mengembangkan kemampuan anak baik dari segi akademik dan soft skill serta kemampuan untuk beradaptasi. Sehingga anak siap untuk terjun ke masyarakat dunia ketika sudah lulus nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *